Thursday, October 11, 2012

The Answer of chapter 3 (PTI)

True/False
  1. F
  2. F
  3. F
  4. T
  5. T
  6. T
  7. T
  8. F
  9. T
  10. T
  11. T
  12. F

Multiple Choice
  1. A
  2. A
  3. B
  4. C
  5. C
  6. B
  7. C
  8. B

Matching
  1.  i
  2.  e
  3.  j
  4.  b
  5.  d
  6.  l
  7. a
  8. g
  9.  k
  10. c
Short Answer
1. -Utility programs typically offer features that provide an environment conducive to successful use of application software.
Examples:
• it protect a computer against malicious software and unauthorize intrusions, manage files and disks, compress files, play media files, and burn optical discs.
• protects a computer against malicious software,or malware
-malware is a program that acts without a user’s knowledge and deliberately alters the computer’s operations.
2. The features of presentation software are:
• checking spelling
• formatting
• providing research capabilities
• recognizing handwritten text and drawings
• creating Web pages from existing slide shows
types of media :
• a clip gallery
• photos
• video clips
• audio clips
3. Travel and mapping are used when users enter a starting and destination point.
Examples:
• Fugawi Global Navigator
• Microsoft Streets and Trips
• Street Atlas USA
4. Computer –based training is a type of education in which students learn by using and completing exercises with instructional software.
Examples:
• Beginning athletes, use CBT programs to learn the intricacies of baseball, football, soccer, tennis, and golf.
• The military and airlines, use CBT simulations to train pilots to fly in various conditions and environments.
5. – Many Web sites offer WBT to the general public, like training to covers a wide range of topics, from how to change a flat tire to creating documents in Word and many of these Web sites are free, but if we want to take complete web-based course it require registration and payment.
- To enhance communications e-learning systems also may include video conferencing, e-mail, blogs, wikis, newsgroups, chat rooms, and groupware.

Wednesday, February 3, 2010

Pengorbanan Seorang Anak

Aku sedang berada di teras gubuk rumahku sambil menjahit pakaian anak laki-laki ku yang sobek. Aku menatap dirinya yang masih berusia 5 tahun. Ia sangat senang karena pakaian nya sedang aku perbaiki. Aku tahu bahwa sebenarnya ia menginginkan pakaian yang baru. Tapi aku bahagia karena ia bisa mengerti keadaanku. Setelah aku selesai menjahit pakaiannya, ia berkata kepadaku, "Ibu, terima kasih ya atas baju baru yang telah ibu buat untukku." Aku terharu dengan perkataannya lalu aku tersenyum. Aku tahu bahwa ia anak yang baik dan sangat lugu. Suatu ketika, ia pulang ke rumah dengan keadaan luka di kaki kirinya. Aku langsung memarahinya karena aku begitu khawatir dengan keadaannya. Ia hanya menunduk sambil menangis. Lalu aku memeluknya dan berkata, " Jangan menangis nak, ibu sangat khawatir dengan keadaanmu. Jangan ulangi lagi ya." Ia hanya mengangguk lalu ia pergi ke menuju tempat tidurnya. Memang tempat tidurnya hanya terbuat dari anyaman bambu, tapi ia tidur dengan lelap sekali. Keesokan harinya, anak laki-laki ku kembali pulang ke rumah dengan keadaan yang sama pada kaki kanannya. Aku kembali memarahinya. Ia hanya terdiam sesaat dan menangis terisak-isak. Setelah itu ia langsung kembali ke tempat tidurnya. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Akhir-akhir ini memang kelakuan anakku terlihat sangat aneh. Keesokkan harinya aku dapati lagi kedua tangannya penuh luka. Aku sangat marah besar kepadanya. Tanpa sadar, tanganku melesat menampar pipinya. Lalu ia menangis lagi. Lalu aku bertanya, ''Apa yang selama ini kamu lakukan nak?? Ibu harus bilang berapa kali kalau kamu jangan bermain dengan anak-anak nakal itu?? Lihat akibatnya, kamu penuh luka begini." Lalu aku melihatnya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. "Selamat ulang tahun ya, Bu. Maafin dedek ya karena tidak mendengarkan perkataan ibu." Aku melihat apa yang ia berikan. Sebuah kalung dari untaian manik-manik yang bagiku sangat indah. Lalu tanpa berpikir panjang, aku memarahinya lagi, ''Dari mana kamu mendapatkan kalung ini nak?? Ibu tidak pernah mengajarkanmu untuk mencuri!!" "Aku tidak mencuri, Bu. Sungguh." Ia berusaha meyakinkanku. Tapi aku tetap tidak percaya. Aku begitu kecewa kepadanya. Lalu aku mengusirnya dari rumah. Tapi ia tidak pergi. ia masih berada di teras rumahku sambil menangis. Pada waktu itu keadaan sangat dingin karna hujan. Tapi setelah sekian lama, akhirnya aku tidak mendengarkan tangis nya lagi. Lalu aku melihat ke luar. Tapi tak aku dapati dirinya. Lalu dengan keadaan hujan-hujanan, aku mencarinya. Tapi tetap tidak aku temukan. Lalu aku mencarinya ke seluruh daerah di desa, tapi tetap tidak aku temukan. Sampai akhirnya ada seorang laki-laki yang berteriak. Semua warga serta aku langsung menuju ke arah terdengarnya suara tersebut. Ternyata ku dapati anak laki-laki ku jatuh dari jurang. Aku sangat sedih. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi.. Aku terlalu di buai rasa kesedihan yang sangat mendalam. Lalu bergotong royong semua warga mengantarkan anakku ke tabib. Aku terus menangis. Lalu Pak Anto, salah satu warga desa berkata kepadaku, "Bu, anak ibu sangat baik hati sekali. Ia selalu membantu saya mengangkat barang-barang dan membantu sebagian warga desa membangun rumah. Padahal saya sudah melarangnya, tapi ia berkata bahwa semua itu demi mendapatkan uang untuk membelikan hadiah untuk ibunya. Karena keinginannya yang sangat keras itu lah akhirnya aku mengijinkannya. Semoga ia cepat sembuh ya bu. Ini sebagian sumbangan untuk biaya berobat dari seluruh warga desa." Setelah mandengar hal itu, aku menangis terisak-isak. Aku tidak dapat berkata apa-apa. Lalu tidak lama kemudian, tabib keluar dan ia memberitahukan keadaan anakku,"Suatu keajaiban dari Sang Buddha akhirnya anak ibu bisa selamat. Sekarang ia sudah siuman. Ibu dapat menemuinya segera." Aku langsung berlari memeluk dirinya. Air mataku tak bisa berhenti. Aku sangat bersyukur karena akhirnya anakku bisa selamat. Suatu keajaiban pikirku. Lalu sambil tersenyum anakku berkata, "Jangan menangis lagi ya, Bu. Maafin dedek karena udah membuat ibu menangis." Mandengar perkataannya aku langsung memeluk dirinya dengan erat dan berkata,"Terima kasih anakku. Kau selalu menjadi yang nomor 1 di hatiku. Maafkan ibu, Nak."



Pesan:
Janganlah berprasangka buruk terlebih dahulu sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Berpikirlah positif sebelum semuanya terlambat.

This is my first story. Tolong berikan komentar ya. Thanks.^^

Wednesday, December 30, 2009

Ibarat Bermain Musik

Agama ibarat permainan alat musik..
Indah tidaknya sangat tergantung sang empu..
 
Seorang amatir..cenderung bermain dengan ketidaktepatan..

Seorang maestro bermain dengan indah..
Kumpulan maestro (pianis, gitaris, saxophonis) mampu membuat perbedaan yang indah..
Tapi kumpulan amatiran??




Sebagai amatir, mungkin kita bermain dalam batasan-batasan pengetahuan, pengalaman, ketidaktahuan ..…
kita bermain dalam batasan-batasan kekakuan “oh mungkin begini, oh mungkin begitu “…
kita berada dalam batasan-batasan “hanya mengikuti
…kita berada dalam ketidakjelasan “yah namanya juga belajar”..
  
Seorang maestro mungkin tahu bagaimana melakukan maneuver…
Bagaimana menciptakan keindahan sesuai pengalaman, pendalaman, pengetahuan, logika, dan segala latar kemaestroannya..
Seorang maestro mungkin tahu logika bagaimana maestro lainnya bermain….
Saling memahami ..bermain bersama dengan indahnya dalam panggung akbar, dalam orkestra yang diberinama  kehidupan..



Dalam proses menjadi maestro, seorang amatiran juga belajar dari kesalahan-kesalahan..
Belajar mengenali diri, mengenali batasan-batasan…lalu memperbaikinya…
Seorang amatiran akan tetap menjadi amatiran bila tidak dapat menjiwai permainannya..bila tidak pernah mengerti kesalahannya..
Musik seringkali menjadi luar biasa karena dimainkan dengan perasaan & penjiwaan, bukan sekedar mengenal teori-teori..
Begitu pula dengan kehidupan..dijiwai dengan kemanusiaan yang luhur .., tidak sekedar terpaut pada teori-teori keagamaan..

Dalam proses belajar, mengenali banyak teori itu bagus, tetapi hidup berpegang pada teori kehidupan saja itu tidak cukup,
teori juga lahir dari waktu,tempat, dan keadaan yang berbeda..

Waktu..

Kapankah waktu dimulai?…
kapan pula ia berakhir..Kapan aku mengenal waktu?…
apakah sejak aku terlahir kedunia sebagai makhluk bernama manusia..
Apakah waktu anda berhenti setelah proses bernama kematian…Gembala



..dan apakah waktu hanya terpaut sepanjang sejarah manusia lalu berhenti? 

Ataukah menghitung waktu akan menghasilkan bilangan yang tak terhingga ..


Sebelum terbentuk dunia ini dimanakah sang waktu?


Setelah kehancuran dunia dimanakah sang waktu?


Mungkinkah terdapat alam  tanpa waktu?

dimana hari esok? dimana si kemarin?
Kekosongan…

Tapi..mungkin waktu kan terus berlalu dalam ruang dan keadaan yang berbeda bagi kita..mungkin kah?

Mungkin dulu sang kausa prima pernah bosan berkelana dengan waktu…

Mungkin kelak dia juga akan bosan… inikah sebab dari kehidupan?

Ataukah…tiada awal dan akhir…..

Sembari menunggu semua jawaban…mari lewatkan waktu atau….waktu kan melewati kita….

Saturday, December 12, 2009

Liburan

Hmm..
Liburan kali ini aku bakal ke Jakarta..hehe.. Tapi belum tau juga habis ke jakarta mau ke mana lagi.. Rencananya mau ke Yogya.. Tapi belum pasti juga.. bingung deh..
hehe..
Ntar kalo udah ada kepastian, aku kabari lagi deh..
hoho..
sekian dulu deh..^^